1.
- Pertumbuhan ekonomi
adalah proses kenaikan out put (produksi per kapita) dalam jangka panjang.
Pertumbuhan ekonomi dikatakan
sebagai suatu proses karena berlangsungnya tidak
hanya dalam kondisi sesaat.
Tingkat pertumbuhan ekonomi dapat
terjadi bila dalam perekonomian terdapat
faktor-faktor berikut ini.
1. Adanya Investasi atau
Penanaman Modal
Modal akan mendorong proses
produksi. Semakin banyak modal yang
ditanam maka makin banyak
pula barang dan jasa yang dihasilkan
dalam perekonomian.
2. Sumber Daya Manusia
(Tenaga Kerja) yang Berkualitas
Tenaga kerja yang berkualitas
adalah tenaga kerja yang mempunyai
etos kerja yang tinggi,
inovatif, dan kreatif.
3. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam menyediakan
bahan baku yang
cukup untuk proses
produksi, baik yang bersifat
hayati maupun nonhayati.
4. Teknologi
Pengembangan dan penggunaan teknologi akan mempermudah dan
meningkatkan produksi.
5. Efisiensi
Penggunaan faktor-faktor produksi secara efisien akan memaksimalkan
hasil yang dicapai. Karena tidak adanya efisiensi maka akan terjadi
pemborosan di berbagai bidang.
6. Pertumbuhan Penduduk
Peningkatan jumlah penduduk pada
waktu jangka panjang akan
meningkatkan jumlah angkatan kerja.
- Kebijakan
pembangunan ekonomi selalu ditujukan untuk mempertinggi
kesejahteraan yang seluas-luasnya, yaitu dengan mempercepat proses
pertumbuhan ekonomi. Namun, kegiatan pembangunan ekonomi selalu
dipandang sebagai sebagian dari keseluruhan usaha pembangunan yang
dijalankan oleh sesuatu masyarakat. Pembangunan ekonomi hanya meliputi
usaha sesuatu masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan
mempertinggi tingkat pendapatan masyarakatnya; sedangkan keseluruhan
usaha-usaha pembangunan meliputi juga usaha-usaha pembangunan sosial,
politik, dan kebudayaan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pembangunan
ekonomi merupakan suatu proses yang menyebabkan pendapatan per kapita penduduk
sesuatu masyarakat meningkat dalam jangka
panjang.
Berdasarkan uraian di atas, dapat kita ketahui bahwa pembangunan
ekonomi mempunyai tiga sifat penting, yaitu sebagai berikut.
1. Pembangunan ekonomi sebagai suatu proses, yang berarti pembangunan
merupakan perubahan yang terjadi terus menerus.
2. Pembangunan ekonomi sebagai usaha untuk menaikkan tingkat pendapatan per
kapita.
3. Kenaikan pendapatan per kapita ini harus terus berlangsung dalam jangka
Panjang
Bagaimana cara mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi? Keberhasilan
pembangunan ekonomi dapat diukur melalui beberapa indikator, antara
lain, adalah sebagai berikut:
1. meningkatnya pendapatan nasional,
2. pertumbuhan ekonomi,
3. pendapatan per kapita dengan memperhitungkan tingkat pertambahan
penduduk
4. terjadinya perubahan sosial dan perubahan struktur ekonomi
2. Macam-Macam Sistem Ekonomi
- Sistem Ekonomi Liberal-Kapitalis
Sistem
ekonomi leiberal-kapitalis adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan yangbesar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang
terbaik bagi kepentinganindividual atau sumber
daya-sumber daya ekonomi atau faktor produksi. Secara
garis besar,ciri-ciri ekonomi liberal kapitalis adalah sebagai
berikut :
1. Adanya pengakuan yang luas
terhadap
hak pribadi
2. Praktek perekonomian di atur menurut mekanisme
pasar
3. Praktek perekonomian digerakan oleh motif keuntungan (profile motife)
•
- Sistem Ekonomi Sosialis-Komunistis
Dalam sistem ekonomi sosialis-komunistis adalah
kebalikannya, dimana sumber dayaekonomi atau faktor produksi dikuasai sebagai milik negara. Suatu
negara yang menganutsistem ekonomi sosialis-komunis,
menekankan pada kebersamaan masyarakat dalammenjalankan
dan memajukan perekonomian.Dalam sistem ini yang menonjol
adalah kebersamaan, dimana semua alat produksi adalahmilik bersama (negara) dan didistribusikan untuk kepentingan
bersama sesuai dengankebutuhan masing-masing.
- Sistem Ekonomi Campuran (mixed ekonomi)
Sistem
ekonomi campuran ini adalah merupakan kombinasi
‘logis’ dari ketidaksempurnaankedua sistem
ekonomi diatas. Selain resesi dunia tahun 1930-an telah menjadi bukti ketidak sanggupan sistem liberalis, lengah gorbachev dan bubarnya kelompok
negara-negarakomunis, menjadi bukti pula kerapuhan
sistem etatisme.Sistem campuran mencoba
mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem tersebut,diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah
secara aktif dalam kebebasanpihak swasta
dalam melaksanakan kegiatan ekonominya. Dengan keinginan sperti ini, banyak negara kemudian memilih sistem ekonomi capuran ini
3. Kemiskinan
Kemiskinan merupakan salah satu
problem yang dihadapi oleh sebagian besar negara berkembang termasuk Indonesia.
Sejak masa awal kemerdekaan hingga periode reformasi ini, telah banyak
dilakukan usaha untuk mengurangi angka kemiskinan rangka Indonesia. Keinginan
untuk melakukan upaya tersebut tercermin pada Pembukaan UUD 1945 yang
menyebutkan tujuan negara untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, serta
ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,
dan keadilan sosial. Tujuan pembangunan tersebut akan terwujud apabila
problematika kemiskinan dapat teratasi.
Berkaitan dengan upaya penanggulangan
masalah kemiskinan diperlukan upaya yang memadukan berbagai kebijakan dan
program pembangunan yang tersebar di berbagai sektor. Kebijakan pengentasan
kemiskinan menurut Gunawan Sumodiningrat (1998) dapat dikategorikan menjadi 2
(dua), yaitu kebijakan tidak langsung, dan kebijakan yang langsung. Kebijakan
tidak langsung meliputi (1) upaya menciptakan ketentraman dan kestabilan
situasi ekonomi, sosial dan politik; (2) mengendalikan jumlah penduduk; (3)
melestarikan lingkungan hidup dan menyiapkan kelompok masyarakat miskin melalui
kegiatan pelatihan. Sedangkan kebijakan yang langsung mencakup: (1)
pengembangan database dalam penentuan kelompok sasaran ; (2) penyediaan
kebutuhan dasar (pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan); (3)
penciptaan kesempatan kerja; (4) program pembangunan wilayah; dan (5) pelayanan
perkreditan.
4. Masalah yang paling diresahkan oleh bangsa Indonesia sampai saat
ini adalah masih dihadapkan pada masalah kemiskinan baik secara
asolut maupun secara relatif. Secara absolut dapat dilihat bahwa pada
tahun 1999 sejumlah 47.120.290 jiwa atau sekitar 22,91% penduduk
Indonesia dikategorikan sebagai penduduk miskin. Kalau dilihat dari
propinsi Sumatera Utara sejumlah 1.674.478 jiwa atau sekitar 14,21%
penduduk miskin, begitu juga di
Kabupaten Labuhan Batu terdapat
109.900 jiwa atau sebesar 12,08% . Hal ini disebabkan kondisi
perekonomian Indonesia
yang dilanda krisis ekonomi sejak
pertengahan tahun 1997 yang lalu,
namun pada tahun 1999 angka kemiskinan di Labuhan Batu juga turun cukup
besar yaitu dari hampir 34% menjadi 12%, hal ini disebabkan
pemulihan ekonomi cukup baik yang tentunya sangat menggembirakan,
walaupun penurunan angka kemiskinan begitu cepat dan besar tapi angka
12% ini masih lebih besar dibandingkan tahun 1993 yaitu sekitar 11%. Secara
makro dapat dilihat bahwa permasalahan sosial ekonomi
di pedesaan sebenarnya terletak pada jumlah penduduk termasuk
kualitasnya dengan kecukupan pangan. Kecukupan bahan pangan
penduduk desa sebagian besar (70%) diperoleh dari mata pencaharian di
sektor pertanian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar